Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Cerdas Menulis Karya Ilmiah

RESENSI BUKU

Judul Buku      : Cerdas Menulis Karya Ilmiah  

Seri Karya Ramping

Nama Penulis : Dr. Sudaryanto
Penerbit            : Program Pascasarjana Universitas Widya Dharma Klaten

bekerja sama dengan Yayasan Ekalawya
Tahun terbit    : 2011
Edisi/Cetakan : Edisi Kedua Cetakan pertama, Mei 2011
Tebal Buku        : 96 halaman

Buku yang berkategori SeKar (Seri Karya Ramping) ini berintikan Tujuh Hukum Besi dalam Menulis Karya Ilmiah.
Wacana ke-1 Tulis! Tulis! Sekali lagi. Tulis! seterusnya sampai Wacana ke-16 senantiasa menggunakan verba-verba yang “menyiksa”, terutama menyiksa diiri saya dan siapa pun yang membaca dengan serius. Isi pokok buku ini sudah jelas tertera dalam label penerbitan yang diawali dengan kutipan UU RI No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 49 ayat (2), yang berbunyi “Profesor memiliki kewajiban khususnya untuk menulis buku dan karya ilmiah serta menyebarluaskan gagasannya untuk mencerahkan masyarakat”. Dalam alinea kedua PRAKATA-nya lebih tegas dinyatakan kepada siapa buku ini ditujukan. Kepada Anda! Ini dia kalimatnya “Mengingat kelompok yang paling dekat dengan kegiatan tulis-menulis ilmiah itu dosen dan guru yang mukim di jalur pendidikan formal, maka untuk merekalah terutama buku ini ditujukan.”
Adapun “Tujuh Hukum Besi dalam Menulis Karya Ilmiah” yang merupakan isi pokok buku ini adalah :

SATU : Berani menulis; dan memang langsung menulis (halaman 2).

DUA : Berani mengatasi rasa malu; sanggup memupukkehendak mau; mempercayai diri sendiri mampu (halaman 8).

TIGA : Melangkah! Melangkah mencari untukmendapatkan (halaman 12).

EMPAT : Proaktiflah! (halaman 19).

LIMA : Mencintai-mencintai ilmu Anda dan objek kajian ilmu Anda (halaman 20).

ENAM : Bersedia mematuhi dan berjalan menuruti proses (halaman 54).

TUJUH : Membiasakan diri teratur, jujur, menghargai (halaman 59).

Selanjutnya perkenankan saya mengutip sebagian kecil dari Bonus enam yang terdapat pada Wacana 16 yang bagi saya menjadi penting untuk saya pentingkan.
. . .
“Saya perlu menyadari sesadar-sadarnya bahwa saya orang penting di hadapan anda; sungguh-sungguh penting. Mengapa? Karena saya mempunyai sesuatu yang saya yakini berharga yang dapat dan layak saya berikan kepada siapa saja yang mau dan merasa membutuhkan, termasuk anda. Sesuatu yang berharga itu apa? Ya ini semua, yang saya tulis ini; yang ada di hadapan anda saat ini. (Paham kan?) Penegasan ini bukan kesombongan. Penegasan ini adalah peyakinan bermata dua; membuat saya terlebih-lebih anda menjadi pribadi yang semakin tegak, tegap, dan tegar.
. . .
Hanya, saya sarankan anda jangan terpaku melulu pada pernyataan saya yang terkesankan besar mulut itu. [Ah, betapa beraninya menyatakan dirinya sendiri orang penting!) Bila saya katakan saya orang penting, logikanya pasti ada orang yang lebih penting. Ini logika degree of comparison menurut mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah lanjutan itu. Lalu siapa dia orang yang lebih penting itu? Orang yang lebih penting daripada saya itu tidak lain dan tidak bukan adalah anda; anda sendiri! Yakinlah, anda adalah orang yang lebih penting daripada saya.” (Dr. Sudaryanto, 2011:84-85)
. . .
Akhirnya betul juga sangkaan ini; bahwa saya merasa menjadi lebih penting untuk meresensi buku ini. Meskipun demikian Andalah yang paling penting untuk segera mulai menulis. Tulis dan tuliskan!

29 Juni 2011 Posted by | Resensi | | 1 Komentar

Resensi Buku

KKLKSB Judul Buku  : KAKILANGIT KESUMBAftp2
Penulis          : Ambarwati, dkk.
Penyunting : Soekoso DM & Maskun Artha

Penerbit          : Kelompok Peminat Seni Sastra KOPISISA Purworejo
Tahun Terbit : Oktober 2009
Tebal Buku     : 88 halaman
Buku ini diterbitkan secara khusus untuk menandai Ulang Tahun ke-30 Kelompok Peminat Seni Sastra KOPISISA Purworejo, sekaligus untuk mendokumentasikan karya penyair-penyair Purworejo. Dengan dibubuhi pesan selintas dari (Plt) Bupati Purworejo dan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Purworejo kehadiran buku ini menyiarkan semboyan KOPISISA Purworejo yaitu “seni mengutuhkan hidup manusia, sastra memperluas cakrawala”
Secara garis besar, buku ini merupakan antologi (kumpulan puisi) yang ditulis oleh 26 penyair asal kota Purworejo masing-masing dengan 3 puisi pilihannya. Adapun, isi puisi-puisi pada Kakilangit Kesumba sebagaimana telaah & kesan sekilas Atas Danusubroto pada halaman akhir buku saya nukilkan sebagian berikut : “… Ketika saya berusaha masuk ke KAKILANGIT KESUMBA, ternyata di sana terlihat seperti warna-warna pelangi. Warna-warna itu membentuk deretan panjang dan melengkung. Sedang pada setiap warna akan terbaca nuansa kegundahan, kecemasan, kekhawatiran, keprihatinan dan sekaligus warna tentang harapan. Kemudian warna-warna itu menyentuh Tuhannya, bangsanya, kebudayaan bangsanya, warna cintanya. Sedang warna-warna itu kian dipahami akan terpantul dan tampak sangat nyata. …”
Buku ini telah diluncurkan di Purworejo pada tanggal 28 Oktober 2009 dengan mengundang berbagai kalangan atara lain dari unsur pemerintahan, pers, sastrawan, ahli sastra, tokoh-tokoh pendidikan, dan tokoh-tokoh masyarakat.
Apapun isi buku ini telah diluncurkan, sehingga akan mewarnai sastra lokal maupun nasional, utamanya mendukung pengajaran sastra lokal di sekolah menengah khususnya di Kabupaten Purworejo.
Untuk mendapatkan buku ini dapat menghubungi Radio Irama FM Jln. A. Yani 13 Purworejo 54111
atau ke Gg. Potrowijayan I No. 6-A Pangenrejo, Purworejo 54115 Telp (0275) 322650

2 November 2009 Posted by | Resensi | | Komentar Dinonaktifkan pada Resensi Buku