Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Citraan Yang Hilang

CITRAAN YANG HILANG

 

yang hilang dari citraan

adalah gerimis dan selimut bidadari

yang elok dan paling alami

adalah kata-kata bernama puisi

 

tetapi siapa yang menutup jendela tiba-tiba

pelangiku dihajar hingga pudar samar-samar

digiring sampai sudut paling asing

menggigil sendirian

 

kemarin sehabis ujian

aku masih punya teman

ada yang diafan

ada yang transparan

teriak luka minta perhatian

kadang pula lukisan keindahan alam

 

hari ini sebelum ujian

mereka telah dihabisi dari panggung misi

ditenggelamkan oleh musim

ditendang hingga hilang

tanpa pemain karakter gelandang

 

inilah ujian

sebab kata-kata tak dapat disematkan

diksi dan nada bukan lagi pilihan

senyawa puisi dibebaskan dari kemasan

takdirmu digenggam konteks bahan kajian

 

Iklan

3 Desember 2015 Posted by | Puisi | | Komentar Dinonaktifkan pada Citraan Yang Hilang

Angin Datang Sendiri

Angin Datang Sendiri

 

angin datang sendiri

melintasi gunung dari hati ke hati

tingginya rasa bukan menjadi pilihan

kecuali mata yang lampau berharap pesan

 

surau resah piano sejarah

liar menjarah seisi lembah

naik pitam ke wajah-wajah

sakit hati bulan mewabah

 

kelam lumat dalam kemasan

bisik malam menggigit nasib

bayang-bayang bunga hiasan

lenyap berlari memeluk sunyi.

 

wahai bulan halusinasi

datanglah serta nyanyian sufi 

senyap dihadap gelora hujan

semarak tiba di ujung jalan

sekali jengkal kelam membumi

gelinjang nasib dalam gigilan.

 

 

 

30 November 2015 Posted by | Puisi | | 2 Komentar

Yang Tersingkir

YANG TERSINGKIR

 

Yang tersingkir – kan

adalah kata-kata bernama puisi

ketika mawar tidak lagi berduri

atau kelelawar telah bangun di siang hari

mata nanar

telinga malam tidak pula mendengar

apa yang pantas menjadi pilihan

selain berdiri di kaki sendiri

 

30 November 2015 Posted by | Puisi | | Komentar Dinonaktifkan pada Yang Tersingkir