Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Ciri-Ciri Teks

Ciri-Ciri Teks Bahasa Indonesia

(Bahan Pelajaran untuk SMP berdasarkan Kurikulum 2013)

 

Bahan Kelas VII

a) Laporan Hasil Observasi
Teks laporan hasil observasi terdiri atas definisi umum (pembukaan), deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Bagian definisi umum (pembukaan) berisi pengertian akan sesuatu yang dibahas. Deskripsi bagian berisi gambaran tentang sesuatu secara terinci. Sementara itu, deskripsi manfaat merupakan bagian yang berisi manfaat atau kegunaan.
b) Tanggapan Deskriptif
Teks tanggapan deskriptif disusun dengan struktur yang terdiri atas identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi bagian. Bagian identifikasi berisi ciri, benda, tanda, dan sebagainya yang ada di dalam teks tersebut. Bagian klasifikasi berisi pengelompokan menurut jenis, kelompok, dsb. Sementara itu, deskripsi bagian berisi tentang gambaran-gambaran bagian di dalam teks tersebut.
c) Eksposisi
Teks eksposisi disusun dengan struktur yang terdiri atas pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Bagian pernyataan pendapat (tesis) berisi tentang pendapat yang dikemukakan oleh penulis teks. Bagian argumentasi berisi tentang argumen-argumen yang mendukung pernyataan penulis, sedangkan penegasan ulang berisi tentang pengulangan pernyataan yang digunakan untuk meyakinkan pembaca tentang kebenaran pernyataan (tesis).
d) Eksplanasi
Teks eksplanasi disusun dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup/interpretasi (tidak harus ada). Bagian pernyataan umum berisi informasi singkat tentang apa yang dibicarakan. Bagian deretan penjelas berisi urutan uraian atau penjelasan tentang peristiwa yang terjadi. Sementara itu, bagian interpretasi berisi pendapat singkat penulis tentang peristiwa yang terjadi. Bagian ini merupakan penutup teks eksplanasi yang boleh ada atau tidak ada.
e) Cerita Pendek

Teks cerita pendek disusun dengan struktur yang terdiri atas orientasi, komplikasi, dan resolusi. Bagian orientasi merupakan bagian awal yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu, dan awalan masuk ke tahap berikutnya. Bagian komplikasi berisi tokoh utama berhadapan dengan masalah (problem). Bagian ini menjadi inti teks narasi dan harus ada. Jika masalah pada bagian ini tidak ada, penulis harus menciptakannya. Sementara itu, bagian resolusi berisi pemecahan masalah. Masalah harus diselesaikan dengan cara yang kreatif.

Bahan Kelas VIII

a. Teks Cerita Moral/Fabel

Teks Cerita Moral/Fabel terdiri atas (1) judul, (2) perkenalan, memperkenalkan siapa para pelaku, apa yang dialami pelaku, dan di mana terjadinya peristiwa, (3) komplikasi, konflik muncul dan para pelaku mulai bereaksi terhadap konflik, kemudian konflik meningkat (4) klimaks, konflik mencapai puncaknya, (5) penyelesaian, konflik terpecahkan dan menemukan penyelesaiannya, dan (6) amanat/pesan moral (tersurat/tersirat).

.b. Teks Diskusi

Teks Diskusi terdiri atas (1) Judul, (2) Paragraf pendahuluan yang memuat pertanyaan/pernyataan untuk didiskusikan, (3) Rangkaian paragraf yang memuat bukti, alasan, argumen yang mendukung atau menolak pernyataan terkait dengan topik diskusi, dan (4) Simpulan yang memuat pandangan akhir yang mendukung atau menolak pernyataan tentang topik diskusi.

c. Teks Ulasan

Teks Ulasan terdiri atas (1) Judul, (2) Paragraf pendahuluan yang menyatakan topik yang diulas/pokok persoalan, (3) Paragraf yang menyatakan persetujuan/penolakan/ keberpihakan penulis, dan (4) Simpulan yang menegaskan kembali keberpihakan penulis.

d. Teks Biografi

Teks Biografi terdiri atas (1) Judul, (2) Pengenalan identitas tokoh, dan (3) Paparan perjuangan/prestasi/hal-hal yang dapat diteladani dari tokoh.

e. Teks Prosedur

Teks Prosedur terdiri atas (1) Judul, (2) Pengantar yang menjelaskan tujuan (misalnya membuat jelly), (3) Sejumlah bahan yang diperlukan untuk melaksanakan suatu prosedur, dan (4) Urutan langkah-langkah/tahapan untuk membuat/melakukan sesuatu.

 

Bahan Kelas IX

a. Teks Eksemplum

Struktur isi teks eksemplum terdiri atas (1) tesis/ pernyataan umum, (2) rangkaian contoh sebagai pendukung tesis, dan (3) simpulan.

b. Teks Tanggapan Kritis

Struktur isi teks tanggapan kritis: (1) resume/ sinopsis dari isi teks yang hendak ditanggapi, (2) deskripsi kelebihan/ke-kurangan teks, (3) judgment berupa penilaian menyeluruh terhadap kualitas teks.

c. Teks Tantangan

Struktur isi teks tantangan: (1) pengantar yang berisi pernyataan tentang topik yang hendak dibantah (2) argumen, memuat rangkaian bukti atau alasan untuk mendukung bantahan (3) simpulan berupa pernyataan yang menegaskan bantahan.

d. Teks Rekaman Percobaan

Struktur isi teks rekaman percobaan: (1) pendahuluan: latar belakang, masalah, dan tujuan (2) landasan teori/kajian pustaka (3) metode penelitian, (4) paparan data dan hasil percobaan, dan (5) simpulan

 

Iklan

14 Juli 2014 Posted by | Narasi | | Komentar Dinonaktifkan pada Ciri-Ciri Teks

Kledung

Kledung

Rusuk daun berduri tajam menjulang di antara semak-semak belukar. Hijau tua tanpa nama melainkan kokoh memagar sepinya rimba. Berderet kekar dengan gigi-gigi sangar siap memangsa tiada peduli merahnya langit senja.

Beberapa di antara saudaranya enggan bergeming dari puncak hening. Buritan lembut menyapa ramah dengan sejarah dari arah entah.

Sunyi bukan satu-satunya hidup yang kumiliki, melainkan hobi yang mempermainkan sepinya hati.

Tidak peduli makhluk apapun singgah, ia harus tetap menjalin hidup dengan ramah. Dan satu yang menjadi pantangan simbah manakala dirimu terlanjur hadir di tengah. Jangan kauumbar sifat serakah karena Kledung akan murka dan memecah belah.

Hidup kadang harus merambat di antara benturan nasib yang kian tertambat. Begitu pun hakikat diri yang lama terpaku di jalur keramat.

8 Maret 2012 Posted by | Narasi | | Komentar Dinonaktifkan pada Kledung

Kang Sastro

Kang Sastro Kang Minulya

Grimis riwis-riwis udan nggerjih tanpa uwis. Linambaran swasana atis aku ngungak kahanan ing jaban omah mewah (mepet sawah). Sawah wetan ngomah katon grawah-grawah katerjang lumiyating we kang saya nggladrah. Tanana kang mobah kajaba banyu kang lambah-lambah.

Dene sawah kidul ndhukuh tetandurane wis kabeh rubuh. Ora ana sabawaning tuwuh kang ngrengkuh. Marang nasibe para buruh cecandhakan ati rasane kaya kisruh. Lah banjur kepiye bakale nemu kawruh tumrap jejering butuh.

Ing lor dukuh peteng ndhedet langit kaya arep rubuh. We lha sliramu banjur ana ngendi dumadaking rasaku kelingan marang para sepuh.

Mlaku mengulon kaline banjir gedhi. Ora mung wedhi nanging uga watu kang amelu keli. Swarani pating njegrig gegirisi.

Dhuh, Bapa kula nyuwun pangapura. Awit pinggir kali kuwi dununging “Karanggedhe” tumrap palereman kang wus sumare. Wayah udan ngene muga kang tansah gedhe pangapurane. Dene sanak kadang datan rowang ngayahi gawe.

Ing mbritan lamat-lamat ana swara kang liwat. Pangudarasa tumrap asma Kang Sastro dumadya tembang rawat-rawat. Kagyat atiku rasane kontal dumugeng ngakirat. He, semune dudu swara udan kang katileping angin. Mangranging ngisik-isik kuping nganti njepiping.

O, emprit ing sajroning ron-ron pring. Tandya ngelikake mangsa kang kudu eling. Wus sumuruping surya makaping-kaping. Lan wus pirang-pirang anggone tampa peparing.

Mesthi kudu eling, marang pinesthi kang dipun paring. Ora mung dununging asma ing kuping. Nanging jroning wardaya mangranging.

Dhuh Gusti Kang Maha Paring
Mugi kalis Kang Sastro saking
Geni nraka kang nggondo garing
Tinebihna saking urubing

Grimis riwis-riwis
Udan nggerjih tanpa uwis
Linambaran swasana atis
Muga batinku ora mung lamis.

19 Februari 2012 Posted by | Narasi | | Komentar Dinonaktifkan pada Kang Sastro