Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

SPMU

Sajak Perjalanan Menjelang Uzur

Sehabis fisioterapi
senja ngakak di kanan kiri
melewati jalan Pramuka setapak demi setapak cuma sendiri
menyusuri patahan-patahan hati
menyita habis senyummu yan g murah hati

Matahari pun lenyap di jalan Kyai Haji
rupa-rupa trotoar malam mulai tersaji
dari kimpul goreng hingga kentang ala blackliberi
semua dalam hitungan pulsa masa kini

Selamat malam Pasar Kembang
wangimu sudah bertabur sejak siang
kuharap malammu tidak meradang
karena aku harus pulang
harus pulang

Menyeberangi alun-alun kota
tatapanku gemetar terbata-bata
rumput-rumput pun turut tertawa-tawa
dan suara sapaan santun mengelegar tepat di atas kepala
engkaukah pemilik dunia satu ketika?

Memasuki jalan kemerdekaan
terasa ada bayang-bayang cekikikan
menertawai wajah sendiri

Ketika kutegur jejak
Jalan buntu!
ah, lalu harus kemana sisa hidup ini?

Iklan

26 Desember 2015 - Posted by | Puisi

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: