Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Ketika malam bernama malam

aku masih kehausan
meski telah banyak kumakan garam
masih ada satu yang belum kutelan
ialah masa depan

seperti apakah masa depan
apakah ia cuma bayang-bayang pikiran
yang muncul saat keadaan terang-benderang
atau bintik-bintik kecemasan
yang campur aduk dalam dunia kelam
ketika malam bernama malam

Iklan

26 Desember 2015 - Posted by | Puisi

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: