Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Angin Datang Sendiri

Angin Datang Sendiri

 

angin datang sendiri

melintasi gunung dari hati ke hati

tingginya rasa bukan menjadi pilihan

kecuali mata yang lampau berharap pesan

 

surau resah piano sejarah

liar menjarah seisi lembah

naik pitam ke wajah-wajah

sakit hati bulan mewabah

 

kelam lumat dalam kemasan

bisik malam menggigit nasib

bayang-bayang bunga hiasan

lenyap berlari memeluk sunyi.

 

wahai bulan halusinasi

datanglah serta nyanyian sufi 

senyap dihadap gelora hujan

semarak tiba di ujung jalan

sekali jengkal kelam membumi

gelinjang nasib dalam gigilan.

 

 

 

Iklan

30 November 2015 - Posted by | Puisi |

2 Komentar

  1. apa kabar mas..

    Komentar oleh nanangrusmana | 1 Desember 2015

  2. Wah.., semakin lancar. Saya telah jauh ketinggalan ni..hehehe..

    Komentar oleh SanG BaYAnG | 3 Desember 2015


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: