Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Pola Pikir Perumusan Kurikulum 2013

Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum 

No KBK 2004 KTSP 2006 Kurikulum 2013
1 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan
2 Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran
3 Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan,
4 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai
5 Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)
Iklan

23 Juni 2014 Posted by | Presentasi | | Komentar Dinonaktifkan pada Pola Pikir Perumusan Kurikulum 2013

Pendekatan Saintifik dalam Bahasa Indonesia

Contoh Kegiatan Pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan Saintifik

Kompetensi Dasar : Membedakan teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui lisan maupun tulisan
Topik/Bahasan : Perbedaan teks hasil observasi dan teks deskripsi berdasarkan strukturnya
Alokasi Waktu : 1x pertemuan (2 JP)
Tahapan Pembelajaran Kegiatan
Mengamati
  1. Peserta didik membaca teks laporan observasi       melalui buku teks siswa halaman 5
  2. Peserta didik membaca informasi mengenai struktur teks hasil observasi di buku teks siswa halaman 6 – 7
Menanya
  1. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran
  2. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, siswa memilih dan merumuskan salah satu di antaranya (struktur dan ciri-ciri bahasa)
Mengumpulkan data/eksperimen
  1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa secara berkelompok untuk mencari tahu tentang hal-hal yang berhubungan dengan struktur teks hasil observasi melalui kegiatan membaca literatur di perpustakaan atau internet sekolah
  2. Peserta didik membaca teks hasil observasi pada halaman 10
  3. Peserta didik mengenal dan mendiskusikan struktur teks hasil observasi tersebut dengan menggunakan tugas 2 halaman 10
Mengolah informasi/ Mengasosiasikan
  1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa secara berkelompok untuk mengolah informasi yang diperoleh dari hasil kegiatan sebelumnya untuk memperluas, memperdalam, atau mencari solusi dari masalah terkait materi
  2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memverifikasi sehingga dapat menemukan konsep tentang struktur teks hasil observasi
Mengkomunikasikan
  1. Peserta didik melaporkan struktur teks hasil laporan observasi

 

23 Juni 2014 Posted by | Presentasi | | Komentar Dinonaktifkan pada Pendekatan Saintifik dalam Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia dalam Ranah Keilmuan

BAHASA INDONESIA DALAM RANAH KEILMUAN

Kurikulum 2013 memberikan porsi alokasi waktu terbesar untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Khususnya di SMP Alokasi waktu pembelajaran mata pelajaran ini 6 jam per minggu. Tidak ada mata pelajaran lain yang sebanyak itu. Bahkan Matematika yang tergolong kategori mata pelajaran “sulit” hanya  5  jam per minggu.
Tidaklah mengherankan kalau mata pelajaran Bahasa Indonesia dijadikan penghela dan pembawa ilmu pengetahuan. Hal ini kiranya beberapa hal mendasar dalam implementasi Kurikulum 2013 antara lain dalam beberapa kutipan berikut.
“Titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Pengembangan kurikulum menjadi amat penting sejalan dengan kontinuitas kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya serta perubahan masyarakat pada tataran lokal, nasional, regional, dan global di masa depan. Aneka kemajuan dan perubahan itu melahirkan tantangan internal dan eksternal yang di bidang pendidikan pendidikan. Karena itu, implementasi Kurikulum 2013 merupakan langkah strategis dalam menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan.
Pengembangan Kurikulum 2013 dilaksanakan atas dasar beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. ” (PANDUAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 TAHUN 2014 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP, Kemendikbud 2014).

Dari kutipan di atas dapat ditarik simpulan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia pun harus mengikuti garis keilmuan sebagaimana kelima prinsip tersebut.

Ada dua sisi pokok perubahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013, yaitu berkaitan dengan pendekatan Saintifik dan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

Berkaitan dengan Pendekatan Saintifik guru harus mampu meramu pembelajaran dengan langkah-langkah pembelajaran berdimensi keilmuan, yaitu Observing (mengamati), Questioning
(menanya), Mengumpulkan informasi/ eksperimen, mengasosiasikan/mengolah informasi, dan mengkomunikasikan. Model pembelajaran yang sesuai untuk langkah-langkah ini antara lain Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning), Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), dan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning).

Perubahan yang berkaitan dengan materi pembelajaran Bahasa Indonesia adalah perihal struktur teks. Ada lima struktur teks yang harus ditemukan sendiri oleh siswa dalam proses pembelajaran dan bukan diberitahu oleh guru, yaitu struktur teks hasil observasi, struktur teks tanggapan deskriptif, struktur teks eksposisi, struktur teks eksplanasi, dan struktur teks cerita pendek.

23 Juni 2014 Posted by | Presentasi | | Komentar Dinonaktifkan pada Bahasa Indonesia dalam Ranah Keilmuan