Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Setengah Jalan

Setengah Jalan

Bulan kehilangan selera malam
Rumah demi rumah menjauh dari rute persinggahan
Mengapa engkau belum juga mengangkat bidak putusan
Sedang duaja tinggal sepotong sepi yang tak mungkin lagi diperdebatkan

Tema demi tema melambai kian terdesak
Tenggelam ke dalam sarang tanpa jejak
Tak ada lagi yang dapat disimak
Kecuali kulturnya yang rajin memimpin setiap gerak

Debu dan daki mewarnai lukisan jalan
Peradaban kian lelah digempur angin
Rumah singgah masih dalam impian
Berbaur dengan bara kegelisahan

Iklan

24 Juni 2014 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: