Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Tengara Getar Lengkara

Gambar

ANTOLOGI PUISI

TENGARA GETAR LENGKARA

ISBN : 978-601-1222-12-6

Karya Kelompok Peminat Seni Sastra KOPISISA Purworejo ke-12 kali

Didesikasikan sebagai wujud kecintaan Kelompok Peminat Seni Sastra KOPISISA Purworejo kepada Seni Sastra khususnya Puisi dalam rangka HUT Ke-35 KOPISISA.

Surfing kosa kata dalam kamus :
Tengara = tanda; firasat, indikator
Getar = gerak berulang-ulang dengan cepat seperti tali biola, per, jarum jam yg tersentuh
Lengkara = (n) tabuh; beduk (gendang besar); nekara

Ada lima puisi saya yang ikut termuat dalam antologi puisi ini, yaitu SUNGAI-SUNGAI, LANGIT ARAHIWANG,KETIKA BULAN TAKMAMPU MEMILIH< KETIKA SELESAI KUPILIH, dan GELORA SENIN PAGI. (halaman 29 – 34)

Salah satu puisi dalam antologi puisi Tengara Getar Lengkara adalah puisi saya Ketika Bulan Takmampu Memilih

(ada di halaman 31)

KETIKA BULAN TAKMAMPU MEMILIH

Ketika bulan takmampu memilih

Melayangkan pandang pada gunung-gunung masa lalu

Sayup-sayup rindu

Bertemu

Berteman

Mencari ilmu

 

Desak-desak pintu

Mnenahan laju

Wahai burung malam

Kemana tuju bayangmu taktentu

Apakah kau punya nama

Jabatan?

Mengepakkan sayap-sayap sejarah

Dari negeri yang pernah terjarah

 

Ketika bulan takmampu memilih

Malam pun berlalu tanpa peduli

Memangsa pagi

Hingga ke akar yang paling sepi

 

Wahai angin

Kaukah itu

Yang setia menombak tajuk sepi

Menyeret pandang ke jendela-jendela abadi

Meski tetap sunyi.

 

(pucuk pucuk sunyi terdiam beku. angin pun malu malu menganyam rindu. hanya sesekali terdengar jerit waktu. menampar telinga para pendoa yang tersedu)

Iklan

22 Juni 2014 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: