Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

ketika selesai kupilih

KETIKA SELESAI KUPILIH

Ketika selesai kupilih
Tiba – tiba engkau duduk
Lalu menabur perintah
“Bersihkan kursiku”!
(ngakak)
Angin pun berebut isi rumah
Tiang-tiang putih
dan kursi peradaban
Dari waktu ke waktu

Dinding-dinding reformasi
kian berpacu silih berganti
Menengarai tiap titik henti
Dari rumah ke rumah
Kupilih sekali
Sudah itu meminta berkali kali

Ketika selesai kupilih
Sudah itu mereka berdalih
Mempertahankan budaya alih

Ketika selesai kupilih
Kuharap engkau tak lagi beralih–alih
Karna langit bukanlah tempat berdalih

(kadang cerah kadang pula redup. keduanya tetap pancaran hidup. cahaya lembaga juga sebentuk kualitas. tergantung bagaimana pemimpin membina komunitas)

 

 

Iklan

22 April 2014 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: