Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

ketika bulan takmampu memilih

KETIKA BULAN TAKMAMPU MEMILIH

 

Ketika bulan takmampu memilih
Melayangkan pandang pada gunung-gunung masa lalu
Sayup-sayup rindu
Bertemu
Berteman
Mencari ilmu

Desak-desak pintu
Mnenahan laju
Wahai burung malam
Kemana tuju bayangmu taktentu
Apakah kau punya nama
Jabatan?
Mengepakkan sayap-sayap sejarah
Dari negeri yang pernah terjarah

Ketika bulan takmampu memilih
Malam pun berlalu tanpa peduli
Memangsa pagi
Hingga ke akar yang paling sepi

Wahai angin
Kaukah itu
Yang setia menombak tajuk sepi
Menyeret pandang ke jendela-jendela abadi
Meski tetap sunyi.

(pucuk pucuk sunyi terdiam beku. angin pun malu malu menganyam rindu. hanya sesekali terdengar jerit waktu. menampar telinga para pendoa yang tersedu)

Iklan

22 April 2014 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: