Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Gelora Senin Pagi

GELORA SENIN PAGI

 

bulan pernah berkata

jangan habiskan malam dengan mimpi semata
angin menaburkan berita
maka berangkatlah pagi menjelajah kota demi kota

 

mendung kampung sebelah
bukanlah tirai pelindung rasa gelisah
lembar lembar daun sejarah
menjadi saksi jika engkau memang sudah

memimpin

mengatur

membina

mengisi kemerdekaan diri

 

bunga bunga cemara

tiada luruh meski diterpa bara

jika engkau memang jera

berhentilah untuk segera

pesta pora

hura-hura

menabur amarah dan huruhara.

 

selagi kita bermain dengan waktu

jatuh tempo adalah suatu hal yang sudah tentu

menghindar pun hanya mengalihkan jalan buntu

lebih baik saling membantu

menghias hidup lebih bermutu

 

diam sejenak

daun daun tiada gerak

gelembung juga kehilangan corak

hanya di jendela kerja kehidupan terasa semarak

 

senyum, melebar

seluas bendera berkibar

gelisahpun mulai pudar

lembar demi lembar

 

(tangkai tangkai mungil bukanlah pembatas jiwa jiwa kerdil melainkan penghubung gelora rindu yang lama terpencil)

 

Iklan

22 April 2014 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: