Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Langit Arahiwang1

LANGIT ARAHIWANG

Gerimis mengetuk dedaunan

Kuncup dan para – paraan

Pesta riak dan gelombang masa depan

Yang berperibunga sungai waqktu

Di sampingmu

Mengalir darah langit biru

Atas laskar masa lalu

Mengabur dalam

Dalam gelora rindu

Yang terderu

Suara gamelan jiwa

Mewngiringi runtuhnya tahta demi tahta

Singgasana seni budaya

Yang perlahan lenyap

Dan tersedu

Di bawah langitmu

Aku Cuma sepotong sepi

Yang tercuri dari hati ke hati

 

Iklan

22 Januari 2014 - Posted by | Puisi |

1 Komentar

  1. semoga seni dan kebudayaan tetap bertahta, Pak. Jangan sampai lapuk dimakan sang waktu akibat sikap abai dari para pemangku seni dan budaya itu sendiri.

    Komentar oleh Sawali Tuhusetya | 23 Januari 2014


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: