Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Gerimis Mengetuk Pintu Malam

Gerimis Mengetuk Pintu Malam

gerimis mengetuk pintu malam
mendung merunduk kelam
meratapi nafas jalan kian menyesakkan
dada disambar riuh kerinduan
adalah gerutu petir liar mengutuki kesuraman
jalan ini
di negeri ini
sarat pepatah yang membebani
patah tumbuh hilang berganti
kadang menjauh begitu saja
tanpa pesan apa pun
tanpa keterangan yang jelas
hendak kemana malam pergi
untuk apa pula kita melewati
apakah ini bagian dari tatanan musim
yang tidak kenal lagi debirokratisasi
atau jejak liarnya peradaban baru
ahh, mengapa tiba tiba aku terlempar dalam rimba tak bertepi
sekadar meratapi aib sendiri

24 Desember 2012 Posted by | Puisi | | 1 Komentar