Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Di atas Ceblung di Bawah Mendung

DI ATAS CEBLUNG DI BAWAH MENDUNG

nasibmu menggantung

dalam benak sunyi merundung

menuding rindu setajam belati

menerkam gelisah diri

merobek-robek benalu hati

 

hiruk – pikuk kampung

nyaris sebatang kelam terkurung

menunggu hakikat mendung.

Iklan

30 Juli 2012 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: