Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Menjelang Larut

MENJELANG LARUT

bulan sepenggal hidup mengatup
tanpa angin hiruk pikuk pun tertiup
kemerdekaan bagai mencari kutub demi kutub
muara hidup masih sebuah puisi yang redup

di atas mimpi terbaring periuk negeri
tidak satu pun musim beranjak pergi
puing-puing kian kesejarahi
berselancar tanpa arah untuk mengerti

sebelum musim berganti
biarkan rindumu tumbuh membenahi
ladang-ladang kemerdekaan diri
semak-semak yang menjarah pikiran hati

Iklan

27 Juli 2012 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: