Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Pelangi di Atas Ceblung

 

….
Tidak seorang pun berani mendekati sosok tersebut. Bahkan Mbah Marto ujung tombak petani penggarap di ngarai sisi timur melenggang sambil berpura-pura tidak melihatnya. Gerimis yang memperkelam suasana senja itu membuat kaki-kaki para penggembala itik terduduk lemas di bawah perdu “kangkungan” yang mulai rebah di ujung tiap pematang timur.

Ceblung

Ceblung

….
Senja tinggal beberapa kerdip mata. Sukri belum juga angkat bicara. Keranjang di sampingnya belum penuh benar. Rumput di tiap pematang nyaris berwarna basah dan kusam. Sulit bagi Sukri untuk merumputnya.
….
“Kri…..” teriak Mbah Marto sembari menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke arah Sukri.
….

 

Iklan

10 Mei 2012 Posted by | Cerpen | | 1 Komentar