Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Kledung

Kledung

Rusuk daun berduri tajam menjulang di antara semak-semak belukar. Hijau tua tanpa nama melainkan kokoh memagar sepinya rimba. Berderet kekar dengan gigi-gigi sangar siap memangsa tiada peduli merahnya langit senja.

Beberapa di antara saudaranya enggan bergeming dari puncak hening. Buritan lembut menyapa ramah dengan sejarah dari arah entah.

Sunyi bukan satu-satunya hidup yang kumiliki, melainkan hobi yang mempermainkan sepinya hati.

Tidak peduli makhluk apapun singgah, ia harus tetap menjalin hidup dengan ramah. Dan satu yang menjadi pantangan simbah manakala dirimu terlanjur hadir di tengah. Jangan kauumbar sifat serakah karena Kledung akan murka dan memecah belah.

Hidup kadang harus merambat di antara benturan nasib yang kian tertambat. Begitu pun hakikat diri yang lama terpaku di jalur keramat.

Iklan

8 Maret 2012 - Posted by | Narasi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: