Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Senja Merah

Senja Merah

mengubur sejarah
kampung amarah dan robohnya rumah-rumah
hati terjarah
ludes diseret airmata darah

Ujung hidup memang kalah
oleh bara tirani dan penjilat bedebah
Aku bahkan takmampu menyerah
ulahmu sudah membikin gundah

Barisan kami terengah menahan resah
Dan bara waktu tinggal semata tunggu

Senja merah
Terbakar sudah

Iklan

19 Februari 2012 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: