Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

monolog

MONOLOG SEORANG BOCAH

“selamat pagi, kakek”
tanya seorang bocah bernama merdeka
terkejut sang kakek menggeliat
matanya hampir sobek melihat sisa rembulan
bibirnya gemetar menahan senyum
lidahnya berkellejot menahan kata-kata
mimiknya menyimpan dalam dalam mutiara diam
hanya seringai wajahnya mendendangkan lagu kepura-puraan
lagu wajib bagi para penyandang kewajiban

maka berdirilah sang bocah
kaki sombongnya mendobrak sepi
jemari lentiknya membesi
mulut durhakanya mengangkangi mata pagi
“kemana nenek moyangku mengubur diri, kakek”
bulan bergetar kesiangan
mendadak pudar disambar gelegar
mata-mata dalam formasi nanar
dan kakek itu menjadi patung yang sabar

“wahai malam, siapa suruh kakek diam”

teriak bocah itu terdengar oleh malam yang terlanjur diam
di mana-mana
bahkan di dunia kasat mata
tempat nenek moyang bersembunyi
menganyam rindu
di pagi buta.

Iklan

16 November 2011 - Posted by | Puisi |

1 Komentar

  1. nice..

    Komentar oleh cahayadejavu | 16 November 2011


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: