Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Desir Angin

desir angin
kemana hijrah
burung-burung belum tampak singgah
engkau pun masih pantang menyerah
masa kanak yang tak boleh orang lain menjarah

desir angin
mengapa resah
sungai romantis lama tertidur gundah
dan lereng-lereng terjal adalah galau sejarah
yang melintang pikiran

desir angin
jadilah tuah
pengusir segala resah
hingga hidup ini kembali indah

Iklan

30 Oktober 2011 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: