Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Sarung Kusam

Sarung Kusam

bukan dulu pernah baru
bahkan takpernah terbeli olehku
melainkan keringat dan darah kepahlawanan
menjadi penebus rindu
yang membara di kalbu.

masih terbaca selera batikmu
juga pernik teknologi mahir
gelepar ekonomi
gelar politik
adalah warna-warni tradisi yang pernah menggelora di dadamu

dulu kala itu
adalah waktu yang memanjakanmu
dalam gebyar deru
mengiringkan sukses pengabdianmu

sekarang di antaramu
garis garis kepastian mulai redup
malu

Iklan

6 September 2011 - Posted by | Puisi |

1 Komentar

  1. objek tuturannya sederhana, pak riyadi, tentang “sarung kusam”. namun, makin dicermati, ternyata banyak persoalan yang rumit dan kompleks yang hendak dituturkan. diksinya makin keren dan mantab, pak. salam budaya!

    Komentar oleh Sawali Tuhusetya | 6 September 2011


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: