Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

ketika dirimu gencar mencari

Ketika Dirimu Gencar Mencari

pagi yang tropis menjadi alasan logis
bagimu mengerdilkan makna-makna historis

siang yang gersang
anggapmu tiada kerdip bintang
sedang matahari tetap sebuah sosok terang
untuk kita berbincang

hutan ini semakin kecil saja
atau karena lelahmu mencari
hingga kupu-kupu taklagi singgah
apalagi mengepakkan sayap-sayap rindu

dengan api senyumanmu
kehormatan kini telak menjadi seteru
antara lolong kemerdekaan dan letihnya peradaban baru.

meski dengan ngelu kutunggu kecipak barumu di antara pematang rindu

29 Agustus 2011 Posted by | Puisi | | 2 Komentar

kemana

KEMANA BIJI BIJI INI HARUS KUTANAM

kemana biji biji ini harus kutanam
ketika sawah pecah-pecah dihantam kemarau

kemana biji biji ini harus kutaruh
ketika gubug gubug tua telah kehilangan ruh

kemana biji biji ini harus kusemaikan
ketika limbah telah menjarah tiap jengkal tanah

o biji biji yang malang
akankah dirimu hilang
kualitas global maupun lokal
semakin kerdil di ladang herbal

ini biji kemerdekaan
ditawar sufi seharga diri

ini biji keadilan
ditawar impas seharga sapi

o biji biji yang malang
akankah dirimu hilang terbuang

17 Agustus 2011 Posted by | Puisi | | Komentar Dinonaktifkan pada kemana

Gelora Rindu Lintas Waktu

GELORA RINDU LINTAS WAKTU

membaca matahari menyimak kabut sunyi
pagiku terhimpit memarnya kata hati
tercabik musim gusar.
tercemar cuaca muram.
kemana hari kan membingkai kehidupan.

ke dalam cahaya kausembunyikan raga.
sementara di luar jiwa tetap durjana.
menantikan rindu rentan jelaga.

gelora rindu
menyibak beku
menyapa baliho baliho sufi.
beriring kidung wajib nan gaib
berlinang kecil di sudut mata rantai
nestapa penghias sapa.

meladang sunyi kian bertarung
penjuru segala ujung
dalam sepi memburu terkurung.
mengepung telinga dengan satu kata
rindu

membaca abjad sepi
menyimak hakikat sunyi
menuliskan memarnya kata hati
adalah rindu lintas waktu
yang mengalir
menandai

Purworejo, 15 Agustus 2011

16 Agustus 2011 Posted by | Puisi | | 1 Komentar