Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Jejak Rindu

Jejak Rindu

pada cahaya yang tumpah ruah di lembah-lembah
bulan termuat dalam bayang merah resah
senja menjadi sebuah perjalanan yang gundah
merdeka ke sana kemari berjuang – pasrah

menguak jendela serupa di pintu malam
membaca berita yang sama dari abjad penantian
udara masih sebuah jerit kenangan muram
melelehkan air mata kerinduan

mimpi kami geliat peradaban
tidur kami selimut kepedulian
jejak kami renjana di ufuk malam
tapak kami halusinasi kepergian

kami lelah
bahkan untuk istirah
mengapa engkau berlari dari nama yang kausandang
bukankah itu yang disebut sebagai pecundang

di bawah cemara angin bercanda
menganyam jejak aneka rupa
kami harus diam
dengan sendirinya

Iklan

29 Juni 2011 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: