Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Cakrawala Rindu

Cakrawala Rindu

 

sungguh lama menantimu sayang

melebihi cakrawala jarak pandang

sejak hatimu luluh lantak oleh gelombang

dan aku hanya bisa resah memandang

bersama waktu menganyam bimbang

 

bertahan diam dari tanah pijakan

di antara kuncup-kuncup enggan mekar

di antara embun gelisah menghampar

hidup kian meladang gelimang batu

 

padamu harus kukata apa

sedang aku masih sebuah warna

gemetar di antara jelata siang

berjingkat menahan terik rindu

nganga luka menanti gelora sapa

 

kadang gerimis menjarah gerbang pandang

berbaris mengibarkan gelora dondang

hari-hari kian suntuk meminang

kekasih hilang yang enggan tergantikan

 

berebut rindu sekerat lahan kikis

peradaban baru terasa kian menipis

berjalan dalam riuh tangis

kerdip cahaya tiada pula habis

 

selontar bakau runduk bersimpuh

menyibak pagi di perdu-perdu

kuantar dikau ke jalur tempuh

tetaplah melaju beriring rindu

Iklan

6 Maret 2011 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: