Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Perempuan di Pojok Zaman

hilang kerudung pikiran linglung

akankah airmata ini terbendung

suatu sore yang sulit berlindung

sepi jalanan menertawakan si buyung

saat sang ibu asyik mematung

buyung berkidung meraung-raung

“wahai burung …

aku ingin terbang”

pinjamkan sayap-sayapmu sebelum senja

sebelum gerimis menaburkan aroma luka

ke dalam jiwa

yang menangis di bibir zaman

sudah pasti angin tak begitu peduli

apalagi terhadap ratapan dan inspirasi

belum lagi abjad-abjad yang terkekang dalam diri

seruan iba cukupkah hanya dimengerti

“wahai zaman …

aku ingin ikut”

pulang memapah dalam gendongan

riang dan ramah dalam sapaan

sejenak sore menjadi diam

dalam tatapan yang kian membasah

mengalir deras menebing curam

melucuti gelora zaman

hilang kerudung pikiran linglung

akankah airmata ini terbendung

Iklan

2 Maret 2011 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: