Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Puisi Chairil Anwar

Menikmati Sepasang Puisi Chairil Anwar

Menikmati Sepasang Puisi Chairil Anwar yang berjudul “Aku” dan “Penerimaan” laiknya menikmati pertunjukan berbalas pantun. Konsep dasar ‘tone’ yang melankolis ini memang terasa indah apalagi didukung diksi yang padat dan berisi.  Mari kita baca saja dulu kedua puisi berikut :

………………………………..

AKU

Kalau sampai waktuku

Ku mau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

PENERIMAAN

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani

Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.

Maret 1943

………………………………..

Iklan

6 Oktober 2010 - Posted by | Puisi |

1 Komentar

  1. meski telah wafat bertahun silam, puisi ini tetap hidup dan tak lekang oleh waktu…

    “Aku mau hidup seribu tahun lagi”

    keinginanmu terkabul bung !

    salam budaya

    Komentar oleh ronanusantara | 6 Oktober 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: