Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Doa Pagi

Doa Pagi

Tuhan, berilah kami arah jalan

untuk pulang ke kampung harapan

tanpa harus berdesakan

tanpa harus berlinangan

sebab kelam nurmala rebah membumi

dan bulan berjaga ke dalam diri

menyusutkan cahaya semata cakrawala hati

menorehkan gelora luka nyeri demi nyeri

atas stigma pedang pembunuh jiwa kami

dalam riuh peradaban berebut rindu

otak asing kami asik berdansa di panggung waktu

untuk kibarkan panji-panji mata pengasihmu

Tuhan, berilah kami arah jalan

untuk pulang ke kampung harapan

tanpa harus berdesakan

tanpa harus berlinangan


Iklan

9 September 2010 - Posted by | Puisi |

1 Komentar

  1. Amin…

    Komentar oleh Deni | 26 September 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: