Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

pematang rindu

PEMATANG RINDU

garis-garis hujan mendinding belukar
memahat rimbun kuntum luka
nganga
mekar di jendela senja

garis-garis kepastian yang melata
menuai peradaban sunyi
menuju malam
milikmu

garis-garis nasib yang nyata tertera
nisan terakhir kali kaupesan
kepada musim

(kini kaupakai sendiri sajjadah dan lentera untuk menuai keabadian yang setia)

Iklan

10 September 2010 Posted by | Puisi | | 2 Komentar

Doa Pagi

Doa Pagi

Tuhan, berilah kami arah jalan

untuk pulang ke kampung harapan

tanpa harus berdesakan

tanpa harus berlinangan

sebab kelam nurmala rebah membumi

dan bulan berjaga ke dalam diri

menyusutkan cahaya semata cakrawala hati

menorehkan gelora luka nyeri demi nyeri

atas stigma pedang pembunuh jiwa kami

dalam riuh peradaban berebut rindu

otak asing kami asik berdansa di panggung waktu

untuk kibarkan panji-panji mata pengasihmu

Tuhan, berilah kami arah jalan

untuk pulang ke kampung harapan

tanpa harus berdesakan

tanpa harus berlinangan


9 September 2010 Posted by | Puisi | | 1 Komentar