Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

bara hujan

senja berburu bara hujan
kupu kupu kian tuna persembunyian
kemana terbangmu kan kutemukan
meski setiamu tinggal gelayut penantian

beranda zaman taklagi bersapa pada hujan
kini tinggal gerimis yang mengetuk pintu malam
bahkan semburat ratapan telah merenggut gelora kerinduan
berangkatlah kawan meski berbekal cahaya muram

kutumpahkan rinduku di antara gelora hujan
kulautkan sajadahku di muara ujung penantian
kulangitkan baramu demi teriak petir penghabisan
laut langit putih adakah masih kausimpan jejak kesabaran

Iklan

24 Agustus 2010 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: