Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Ilusi Pagi

BETAPA PAGIMU DINGIN MENANTANG

angin terperosok menebing curam
kecipak air berdebar menanti bulir
jabat erat musim terapung muram
betapa nafasmu sunyi mengalir

lengang berebut celah ratapan
marak merindu terkoyak harapan
semata bunga asa bermekaran
geliat sunyi lestari bertaburan

janji hampir semata transaksi
ilusi pagi cuma belaian mimpi
embun penghabisan lenyap ditelan sepi

jarak kian menggenang di jagat panjang
perjalanan akankah terentang ulang
betapa pagimu dingin menantang

Iklan

20 Agustus 2010 - Posted by | Puisi |

2 Komentar

  1. good…

    Komentar oleh nurul aini | 22 Agustus 2010

  2. Puisi ini tentang apa ya, Mas. Untaian kata-katanya indah, Dasar saya yang bodoh ini tidak bisa menerka konten yang terkandung di dalamnya.

    Komentar oleh M Mursyid PW | 22 Agustus 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: