Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Taptu

tapak-tapak sepatu

seperti gerbang tuju

mawar-mawar perindu

sampaikah di pintu gaibmu

kita jadi tidak saling melihat

kita jadi tidak saling memikirkan

kita jadi tidak saling merasakan

kita jadi tidak saling memahami

kita jadi tidak saling mengerti

mengapa kita jadi tidak saling

menikmati kemerdekaan ini

dengan ceritamu yang bernada malu-malu

menyampaikan berita darurat

untuk anak cucu yang kausebut waktu itu

sebenggol ketip yang terkapar di sekerat pematang

o, harta yang sekarat

kini menjadi rasa yang tersumbat

dan mawar kami tak seharum waktu gentingmu

kami pun malu-malu bercerita tentang itu

karena kami telah disekat oleh waktu

Iklan

17 Agustus 2010 - Posted by | Puisi |

1 Komentar

  1. Salam Kenal dariku, nice artikel πŸ˜€ Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin πŸ˜€

    Komentar oleh Yohan Wibisono | 19 Agustus 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: