Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Citra Guru

Citra Guru dalam Novel Karya Pramoedya Ananta Toer “Bukan Pasar Malam”

Sebuah analisis sosiologis sastra yang pernah saya lakukan dalam penelitian untuk mendeskripsikan unsur tokoh dan penokohan dalam novel “Bukan Pasar Malam” karya Pramoedya Ananta Toer ini menarik karena melalui karya sastra kita dapat mengetahui citra guru pada masa penjajahan Belanda.

Konsep tentang citra guru dan aspek-aspek sosiologis yang mempengaruhi kehidupan seorang guru sesuai dengan zamannya sungguh asyik dibahas, meskipun sebatas dalam cerita novel.

Bagaimanakah kehidupan seorang guru pada masa penjajahan Belanda? Melalui analisis sosiologis novel tersebut dapat saya simpulkan bahwa seorang guru pada zaman penjajahan Belanda adalah seorang nasionalis dan pemimpin gerilya. Sosok guru (disimbolkan dalam tokoh ayah) merupakan sosok citra guru yang tidak bersedia memungkiri panggilannya sebagai guru serta kesetiaannya kepada revolusi. Terjadilah konflik status dan peranan dalam sosok guru, yaitu dalam rangka kepentingan pemerintah pendudukan Belanda dan sesama kaum pergerakan. Konflik tersebut menjadikan sosok guru (tokoh ayah) sakit dan meninggal dunia.

Citra guru dalam novel “Bukan Pasar Malam” secara tidak langsung menumbuhkan semangat patriotisme dan cinta tanah air.

Bagaimana citra guru pada masa sekarang setelah 65 tahun Indonesia merdeka? Ah, masih susah mencari novel terbitan baru yang mengisahkan kehidupan seorang guru.

Iklan

17 Agustus 2010 - Posted by | Artikel |

2 Komentar

  1. kalo sudah terbit novel yang kang cari..mohon di infokan ya..

    salam

    Komentar oleh Arif Agus Bege'h | 17 Agustus 2010

  2. Berharap dapat info selanjutnya Mas….

    Komentar oleh guaindra.com | 18 Agustus 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: