Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Ballada Hitam Manis

BALLADA HITAM MANIS

“hidupkan semata jejak di trotoar-trotoar deru
tersenyum simpul menganyam rindu
bersolek sederhana meminang gula-gula
semakin hitam
semakin manis”

aku lahir dari rahim perawan musim
ketika panen terperangkap jembatan matahari
menyeberangi lautan padi dari desa ke desa
dibelai matahati persada

aku bergerak dari pematang ke pematang
meminang padi dalam cahaya keemasan
O, bulan dalam pikulan
tidakkah engkau didera kehausan

Angin pun bertitah di antara bunga-bunga

– minumlah sayang
– reguklah muara kemerdekaan

aku cendol diberi santen air putih
gulaku jawa diparut kelapa pinang muda
tapi aku takbisa berkata
sebab kampungku cuma sebentar tiba

“hidupkan semata jejak di trotoar-trotoar deru
tersenyum simpul menganyam rindu
bersolek sederhana meminang gula-gula
semakin hitam
semakin manis”

Purworejo, Medio Agustus 2010

Iklan

15 Agustus 2010 - Posted by | Puisi |

3 Komentar

  1. puisinya mengharukan…

    salam hangat dari sahabat baru ^_^

    Komentar oleh Tkj2com | 16 Agustus 2010

  2. Lama tak berkunjung, Pak.
    Kini, nongol, mengucapkan: selamat menunaikan ibadah puasa.
    “Ballda Hitam Manis”, sulit kumengerti, Pak. Tapi, menarik untuk dibaca.
    Salam kekerabatan.

    Komentar oleh Sungkowoastro | 16 Agustus 2010

  3. Salut tenan kang…. Ku coba lepas dari penjara arti dan mengapung di ayuan kata2 sampeyan, dan ternyata ….. mengalun!

    Well done!

    Komentar oleh Xitalho | 17 Agustus 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: