Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Kidung Kemerdekaan

kuabadikan namamu dalam catatan
hitam di atas putih
atas nama arwah para pejuang kemerdekaan
yang telah mandi keringat bersimbah darah
riuh berebut lelah
kemudian terpasung sunyi kesejarahi

“Merdeka”
serobot mulutmu penuh dusta
“Merdeka”
kesaksianmu menipu rimbun pasang mata
di alun-alun kota
“Merdeka”
mulutmu menjalar kian terbelenggu roda-roda birokrasi

“Semarak”
arak-arakan zaman semakin tak mengerti
apa yang pernah hidup di balik timbunan ekonomi

“Merdeka”
kibarkan panji-panji demi meraih keuntungan pribadi

kidung kemerdekaan
bergema di tiap alun-alun kota
menerbitkan belenggu-belenggu baru
di luar prosedur bencana

Iklan

12 Agustus 2010 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: