Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Kemana Arah

kemana arah
bila rasa lagi gelisah
kawan bicara satu arah
tanpa pandang waktu istirah

kemana arah
bila jiwa sedang berdarah
tanpa jalinan berserah
maka diri selalu gundah

kemana arah
bocah-bocah tak lagi lumrah
tengah malam berbuncah-buncah
tanpa dzikir tanpa sedekah

(kemana arah saat mangga tetangga ramai terjarah)

Iklan

7 Agustus 2010 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: