Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Tatapanmu

riuh tatapanmu menjarah matahati
gelombang senyummu menyeret jiwa ke medan tunggu
o, betapa mahal sepatah kata peregang sunyi
sesak nafasku terombang-ambing gelora rindu

(meski telah kulempar jauh ke ujung sepi, betapa diri takmampu mengelak untuk kembali)

Iklan

6 Agustus 2010 - Posted by | Puisi |

1 Komentar

  1. I Like this poem.

    Komentar oleh Budi Hartomo | 6 Agustus 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: