Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Sajadah Pagi

gerimis menuding-nuding rindu yang terkapar
dalam gugus pagi aroma mawar kesepian
menangis sunyi ingatan dalam lalai yang samar
menggugurkan mimpi benak-benak bertikaian

gerimis sunyi merebah
bahkan kokok ayam terpuruk di lautan sajadah
solat lailmu seperti memanggil deru jiwa nan indah
menyambut gelora subuh di antara suntuk yang resah

gerimis mempermainkan airmata sufi
menikam belati rindu ayunan malam
kini lembut pilu menghirup hati
terkapar dalam bingkai sorak jahanam

gerimis menjarah masa lalu
serta merta sajadah rindu
tanpa laju
atau jarak menuju

Iklan

4 Agustus 2010 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: