Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Jaladara Serpihan Rindu

tanahmu memang berbeda dengan pasirku
tetaplah laut dan darat kilau sahabat
senyummu menjerat erat waktu hadirku
meminang debat serpihan kidung kian sekarat

baik datang dari balik kabut jingga
meski sunyi kita seberangi danau abadi
adat lama masih ramah di dalam bara
hanya doa yang tersampai dalam puisi

burung pagi berkicau sunyi
terbang samar tersipu nanar
arah bimbang gerbang sembunyi
singgahlah hati berbunga mekar

bilakah jejak akan berujung
melipat jarak dalam tahapan
entahlah kapan luka terbendung
muara rindu penuh harapan

sejenak engkau beranjak
tersentak kubur langit membiru
lekang waktu semata jarak
deru kesima serpihan rindu

Iklan

1 Agustus 2010 - Posted by | Puisi |

1 Komentar

  1. wah pertamax nih…

    salam,
    Bolehngeblog

    Komentar oleh bolehngeblog | 1 Agustus 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: