Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Subuh di Rumpun Bambu

meranggas subuhmu ke rumpun bambu
geriap jingga semata panggilan
mengusung jeda cahaya rindu
dalam gelora belantara keheningan

hening menebing sajadah dinding
kalam menunda suratan rindu
ke mana bait kautujuh keliling
jembatan fajar di pangkuanmu

menimang fajar sayup sayup sunyi
bisik hati pun menipis ke cakrawala
berulang saja rasa haru ini
tanpa kata pun terasa sujudnya

(rumpun bambu anyaman rindu semata bait tuju sajadah kalbu)

Iklan

29 Juli 2010 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: