Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Gerimis Risau

gerimis merantau ke ujung musim
silih berganti menegur malam
hati kian risau berkalang lalim
pusaran rindu merebah suram

gerimis risau meladang jerit
aroma perdu di tebing curam
menangis hati hendak berkelit
terjerat duri berakhir muram

gerimis malam mencabik pikiran
bukankah engkau bernama sunyi
……..

Iklan

29 Juli 2010 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: