Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Esensi Sepi

kuncup kuncup angin
menanggalkan malam ke pintu fajar
seperti bencana musim
kian digugat petani liar

sungai sungai kecil diperebutkan
demi pagi mengalir riak sunyi
semenanjung peradaban
semakin kehilangan nyali

aku masih sebuah esensi sepi
yang tertegun memandangi pergeseran maknawi.

Iklan

26 Juli 2010 - Posted by | Puisi |

1 Komentar

  1. puisi pak riyadi selalu menarik dan eksotis. diksinya terjaga, rimanya juga mantab. salam kreatif.

    Komentar oleh sawali tuhusetya | 28 Juli 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: