Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Jaladara Malam

bidak-bidak rasi mulai tergusur dari jendela malam
jatuh terinjak-injak di ladang perdu kelam membiru
kata bijak berperi mengutuk warna aroma muram
keluh kesah rendah kukira diri merenggut rindu.

sayup sayup sunyi terdampar deru jalanan malam.
seperti kelam pikiran mendengar celoteh otak cemburu
kiranya socrates muda membangun pilar di panggung kelam
tanpa sepatu bagaimana kaujelang rindu.

jalanan masih risaukan sirnanya deru
riuh bintang-bintang dan rembulan kian temaram
begitu pun aku masih menunggu jawab hatimu
atas apa yang kautanyakan kepada malam.

kini saatnya hilir mudik berujung sunyi
meski bulan memusing bahkan tenggelam dalam kutukan
mari menyingkir bertahan hidup adat sembunyi
bayangkan jiwa baru berdering indah rasa bisikan.

bisik gelap jangan diuntung sedalam samar
titik harap laju mengapung di dunia terang
ambil saja terang-terangan bila kau nanar
paska malam dirimu terlempar ke jurang.

kembalilah berhilir mudik ke rembang pagi
tenggelamkan kutukan malam ke laut sajadah
sisakan deru buat menganyam rindunya hati
padamu cinta kutatap geriap embun nan indah.

31 Juli 2010 Posted by | Puisi | , | 1 Komentar

Gerimis Risau

gerimis merantau ke ujung musim
silih berganti menegur malam
hati kian risau berkalang lalim
pusaran rindu merebah suram

gerimis risau meladang jerit
aroma perdu di tebing curam
menangis hati hendak berkelit
terjerat duri berakhir muram

gerimis malam mencabik pikiran
bukankah engkau bernama sunyi
……..

29 Juli 2010 Posted by | Puisi | | Komentar Dinonaktifkan pada Gerimis Risau

Subuh di Rumpun Bambu

meranggas subuhmu ke rumpun bambu
geriap jingga semata panggilan
mengusung jeda cahaya rindu
dalam gelora belantara keheningan

hening menebing sajadah dinding
kalam menunda suratan rindu
ke mana bait kautujuh keliling
jembatan fajar di pangkuanmu

menimang fajar sayup sayup sunyi
bisik hati pun menipis ke cakrawala
berulang saja rasa haru ini
tanpa kata pun terasa sujudnya

(rumpun bambu anyaman rindu semata bait tuju sajadah kalbu)

29 Juli 2010 Posted by | Puisi | | Komentar Dinonaktifkan pada Subuh di Rumpun Bambu