Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

derai pagi

Derai Pagi

gerimis mengetuk pintu pagi

mampukah kau tidak menggangguku

wahai sepi

beri aku sebuah inspirasi

biar kunikmati sisa senyum samar rembulan

bertahanlah untuk segera menghabisi

secangkir kopi sunyi

bertahanlah untuk segera menghentikan

serpihan jingga di cakrawala

bertahanlah untuk segera menganyam

kata-kata yang lama terpendam

bertahanlah untuk segera mendengarkan

berisik pikiran di punggung siang

( jalan kian sunyi

bahkan terpelanting

dalam gelayut ranting kesibukan

membuatku tak sempat berpaling

dari derai pagimu )

Iklan

24 Juni 2010 - Posted by | Puisi |

5 Komentar

  1. Ku ucap selamat pagi, meski ia telah lewat. Selalu ada gairah pagi, membuat kita tak bisa berpaling dari derainya.

    Komentar oleh yansDalamJeda | 24 Juni 2010

  2. Derai pagi menelusup disela kabut
    derai pagi mebangunkan dari sisa mimpi semalam

    hmm tulisanmu selalu indah dan lembut selembut derai pagimu
    meski jalan kian sunyi dalam gelayut ranting

    Komentar oleh rini intama | 24 Juni 2010

  3. pagi tak akan pernah mati, pak, dan selama itu pula akan selalu mengusik dan menggoda kita. waspadalah dengan godaan2nya, hehe …

    Komentar oleh sawali tuhusetya | 24 Juni 2010

  4. mantap..

    Komentar oleh irwankurniawan | 25 Juni 2010

  5. selamat pagi, mari sambut pagi bersama mentari yang mengiringi…
    pak mint ainfo lanjut tentang http://agupenajateng.net/2010/07/13/lomba-guru-berprestasi-di-bidang-pembelajaran-mandiri-berbantuan-komputer-untuk-siswa-jenjang-tkra-sdmi-smpmts-smama-dan-smkmak-tahun-2010/

    yang diminta software atau apa?
    maturnuwun.

    Komentar oleh rifqi | 16 Juli 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: