Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Kampung Harapan

pagi teramat manis di jarak telan
siang “tempe kering” begitu sering
sore “trancam suring” dari ladang surfing
hidup kampung harapan !

mengunyah hari-hari
cuma sebatang puisi
kemana cahayamu melenggang pergi
malam malam alangkah panjang jenjang penantian
sinarmu tinggal sebuah kelam kian terpendam
di antara timbunan asa tualang

di antara timbunan ilusi sepi
diriku cuma sepotong doa mini
dalam peluk hangat kampung harapan.

Iklan

13 Juni 2010 - Posted by | Puisi |

3 Komentar

  1. kampung harapan beribu asa menghampar
    kupetik doa dan cinta disana

    Komentar oleh rini Intama | 16 Juni 2010

  2. Kampung Harapanku di Piyungan Bantul adalah jalur Gempa…Gak jadi kesana dech takut

    Komentar oleh Komunitas Salesman | 23 Juni 2010

  3. kulihat kampung harapan menyeruak di sela2 peradaban. zaman yang kian tak ramah membuat kampung harapan kian menjadi teka-teki. hmmm ….

    Komentar oleh sawali tuhusetya | 23 Juni 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: