Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Kampung Harapan

pagi teramat manis di jarak telan
siang “tempe kering” begitu sering
sore “trancam suring” dari ladang surfing
hidup kampung harapan !

mengunyah hari-hari
cuma sebatang puisi
kemana cahayamu melenggang pergi
malam malam alangkah panjang jenjang penantian
sinarmu tinggal sebuah kelam kian terpendam
di antara timbunan asa tualang

di antara timbunan ilusi sepi
diriku cuma sepotong doa mini
dalam peluk hangat kampung harapan.

Iklan

13 Juni 2010 Posted by | Puisi | | 3 Komentar