Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Cahaya Rindu

aku terbakar bara merdu serpihan rindu
dalam laju bukit bukit turut membiru
tiap marka jalanan menimang jejak deru
adalah rona wajah lelah dan resah penantianmu

pada rimbun ketapang jendela wajahmu lekat semata
cahaya rindu menghiasi sorot beningmu tak berdaki
gerimis air mata terlempar jauh ke cakrawala
tatapanmu tetap merayuku tanpa batas puji

kerdip cahaya bertubi tubi menyeret wajahmu ke ranting sunyi

Iklan

10 Juni 2010 - Posted by | Puisi |

3 Komentar

  1. ketika rindumu bercahaya disela rimbun dedaunan

    Komentar oleh rini intama | 14 Juni 2010

  2. kulonuwun, …
    sowan kula sepindah silaturahmi
    selajengipun nderek dhawuh kanjeng gusti pertiwi ngaturaken kapang ingkang mboten saget dipun bendung..wehehehe…salam rindu om!

    Komentar oleh eko ye pe | 16 Juni 2010

    • monggo… monggo. weh sajak njanur gunung to kieh Mas Eko. nggih, nggih mugi-mugi mboten ngantos sakit rindu. xixixixixi

      Komentar oleh Riyadi | 18 Juni 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: