Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

bibirmu bukan hatimu

bibirmu bukan hatimu
kemarin merah sekarang biru
datang melukis amarah
pulang tinggalkan kanvas kuyu

apakah kau cuma rindu

bibir kumal
menyumbat otak senior-senior bebal
hati kesal
berdesak-desak gelora binal

bibirmu sungguh tradisional

bibir tanpa tulang
tangan panjang mata-mata jalang
kadang liar memaki sembarang
kadang berang tumpahkan gairah perang

bibirmu sungguh terlarang

bibir malam sembunyilah dalam kelam
bibir pagi bersabarlah menunggu hati

suatu hari diriku tetap butuh risalah bibirmu.

Iklan

10 Juni 2010 - Posted by | Puisi |

1 Komentar

  1. salut sama pak Ri… aktif menulis. ajari dong pak untuk bisa menulis… mungkin dimulai dari nulis- nulis komentar seperti ini dapat melatih diri untuk bisa seperti pak Riy ya….ini dari B Poniyem SMP 1 yang gak bisa – bisa untuk coba nulis… he… he… kenalan ya pak…

    Komentar oleh poniyem | 10 Juni 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: