Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Ballada Sungai Urban

Ballada Sungai Urban

aku datang dari balik bukit pagi
meminang senyummu di antara rimbun cahaya nurani
masihkah teringat sungai romantis yang kauseberangi
hingga kini riak dan bisikmu masih kusimpan di telinga pagi

riuh sungai adalah sorak masa lalumu
yang aku renggut di antara puing-puing rindu
kecipak air menyibak kerikil-kerikil berlumut
teriak diri tersentak jatuh dalam pangkuan deru

“peganglah tanganku, dik”
peganglah erat-erat
kita seberangi sungai urban ini
menuju kampung pikiran di belahan barat

“jangan menolehku, dik”
jangan sekali-kali dirimu menoleh ke belakang
biarlah masa lalumu menyelam di genangan cahaya

aku akan memapahmu hingga kautemukan peradaban baru.

Purworejo, 3 Juni 2010

Iklan

3 Juni 2010 Posted by | Puisi | | 3 Komentar