Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

derai pagi

Derai Pagi

gerimis mengetuk pintu pagi

mampukah kau tidak menggangguku

wahai sepi

beri aku sebuah inspirasi

biar kunikmati sisa senyum samar rembulan

bertahanlah untuk segera menghabisi

secangkir kopi sunyi

bertahanlah untuk segera menghentikan

serpihan jingga di cakrawala

bertahanlah untuk segera menganyam

kata-kata yang lama terpendam

bertahanlah untuk segera mendengarkan

berisik pikiran di punggung siang

( jalan kian sunyi

bahkan terpelanting

dalam gelayut ranting kesibukan

membuatku tak sempat berpaling

dari derai pagimu )

24 Juni 2010 Posted by | Puisi | | 5 Komentar

Kampung Harapan

pagi teramat manis di jarak telan
siang “tempe kering” begitu sering
sore “trancam suring” dari ladang surfing
hidup kampung harapan !

mengunyah hari-hari
cuma sebatang puisi
kemana cahayamu melenggang pergi
malam malam alangkah panjang jenjang penantian
sinarmu tinggal sebuah kelam kian terpendam
di antara timbunan asa tualang

di antara timbunan ilusi sepi
diriku cuma sepotong doa mini
dalam peluk hangat kampung harapan.

13 Juni 2010 Posted by | Puisi | | 3 Komentar

Pohon Terhormat

aku akan mencari posisi terbaik di pohonku
menumbuhkan visi menjulang tinggi meraih prestasi

daunkah ?
rimbun hijau kadang bersemayam nuansa risau
saat geriap embun perlahan meninggalkan jagat
mata matahatimu kecewa berkalang kabut
cuma sementara sudah itu rehat

ranting !
hari-hari kadang terpelating
angin yang tak ramah memburit resah
meski terpaksa berpaling
dengan kesibukan yang membuatmu gundah

cabang …
bukan cinta bila tak bercabang
cuma derainya kadang lepas menghilang
meniti cahaya yang terbit gamang
malu malu berkata rindu sebab takut bilang

batang …
meski tegak kokoh karang
kadang lapuk dimangsah hujan
kulit terbit sirkuit jerit
jauh di buah sepi membukit

Akar !
Akar akar kokoh mengakar
membelai tubuh kekar menjangkar
di bawah asuhan bumi pertiwi
Engkaulah sumber inspirasi negeri

aku akar yang setia mencari
menumbuhkan visi pohon-pohon prestasi

11 Juni 2010 Posted by | Puisi | | 2 Komentar